suatu waktu aku melangkah tiada henti
ku menatap kenyataan yang tak kunjung ku mengerti
suatu kenyataan yang terkadang berada di dalam fantasi belakah
berhari hari aku merenung kenyataan apakah itu ?
tiada henti otakku berpikir, detik demi detik telah terlewatkan
memori demi memori telah aku kerahkan
inikah suatu kenyataan dalam dunia fantasi itu ?
aku pun berhenti berpikir !
namun apa yang kualami.
kegalauan demi kegalauan terus menghampiri
kecemburuan sosial terus merasuki
mengerti ataupun tak mengerti tiada guna aku berpikir
oke sampai disini saja aku memikirkan kenyataan itu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar